www.bbmriau.com
Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Pariwara | Opini | Indeks
Tas Tinggal di Bus, Gadis Asal Kabanjahe Disekap dan Diperkosa di Kamar Mandi
Rabu, 02-10-2019 - 15:12:13 WIB

TERKAIT:
 
  • Tas Tinggal di Bus, Gadis Asal Kabanjahe Disekap dan Diperkosa di Kamar Mandi
  •  

    BBMRiau.com-Seorang remaja putri asal Kabanjahe, Kabupaten Karo mengaku diperkosa dan disekap seorang pria.

    Mawar sebut saja namanya begitu mengaku digagahi selama dua hari oleh pria yang disebut sering mangkal di salah satu stasiun bus jurusan Medan-Tanah Karo di kawasan Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor.

    Peristiwa itu terungkap setelah Mawar bercerita kepada orangtuanya JG (39). Didampingi ayahnya, keduanya membuat pengaduan ke Mapolsek Delitua, Senin (30/9/2019) kemarin.

    Informasi yang dihimpun di kepolisian menyebutkan, penyekapan dan pemerkosaan yang dialami Mawar bermula ketika gadis itu pergi dari rumahnya di Kabanjahe ke Kota Medan, guna menemui bibinya di daerah Kecamatan Sunggal, Jum'at (28/9/2019) lalu.

    Sesampainya di salah satu stasiun bus di Jalan Jamin Ginting, Kwala Bekala, Medan Johor, remaja itu langsung turun dan berniat melanjutkan perjalanan menaiki Angkutan Kota (Angkot), yang menuju ke rumah bibinya.

    Namun, ketika akan naik angkot, tasnya yang berisi pakaian dan sejumlah uang, tertinggal di dalam bus. Alhasil, Mawar pun terpaksa membatalkan niatnya naik angkot dan kembali mendatangi loket bus yang ditumpangi sebelumnya untuk mempertanyakan keberadaan tas tersebut. ?

    Sesampainya di loket bus, Mawar kemudian bertemu dengan seorang pria yang bertanya kepadanya. Setelah sang gadis menceritakan tujuan mendatangi loket bus, pria itu langsung menawarkan jasa baiknya, untuk membantu Mawar menemukan bus yang di tumpanginya dari Kabanjahe tadi.

    Karena bus sudah berangkat dari stasiun, maka sambil menunggu, pria itu mengajak Mawar ke sebuah warung yang berjarak sekitar 10 meter dari loket bus.

    Namun, setelah ditunggu di warung sampai malam, sekira pukul 20.00 Wib, bus yang dinanti tak kunjung datang, sehingga Mawar menumpang mandi di warung tersebut.

    Saat Mawar sedang mandi itu, tiba-tiba pintu kamar mandi diketuk beberapa kali dari luar. Akhirnya, Mawar pun membuka pintu kamar mandi. Ketika pintu dibuka, pria yang mengajak Mawar duduk di warung sudah berdiri di sana.

    Kaget melihat pria itu, Mawar coba menutup kembali pintu kamar mandi. Namun, pria itu spontan menahan, lalu memaksa masuk ke dalam kamar mandi. Di kamar mandi itu, si pria tadi langsung mendekap erat Mawar, sambil mengancam akan membunuh sang gadis jika dia berteriak.

    "Walaupun saya berteriak, tetapi laki-laki itu terus mendekap dan mengancam akan membunuh saya, jika saya berteriak," kata Mawar kepada petugas.

    Ancaman itu akhirnya membuat Mawar ciut dan hanya diam saja dan membiarkan pria itu berbuat tidak pantas pada dirinya. Selanjutnya pria itu pun leluasa menggerayangi tubuh Mawar lalu memperkosanya.

    Setelah puas melampiaskan nafsunya, pria itu kemudian membawa Mawar ke salah satu rumah yang tak jauh dari stasiun bus. Keesokan harinya, pria itu kembali lagi memperkosa Mawar di rumah tersebut.

    "Saya sangat tanda kali dengan wajahnya. Tapi saya nggak tau namanya," sebut Mawar seperti dikutip dari Metro24jam.com.

    Sementara itu, orangtua setelah mengetahui bahwa putrinya belum sampai ke rumah bibinya, menjadi bingung dan cemas. Dia pun memutuskan datang ke Kota Medan guna mencari tau keberadaan Mawar.

    Saat JG mencari putrinya berkeliling di stasiun, JG melihat putrinya sedang berada di dalam salah satu bus. Melihat putrinya itu, JG langsung memanggilnya, dan menanyakan kepada putrinya, gerangan apa yang telah terjadi pada putrinya.

    Mendapat pertanyaan dari orangtuanya, Mawar pun menceritakan pengalaman pahit yang telah menimpa dirinya kepada orang tuanya. ? Mendengar penuturan putrinya, hati dan perasaan JG pun hancur.

    Dengan geram dan emosi yang memuncak, JG berusaha mencari pelaku, namun tidak ditemukan. Akhirnya JG membawa putrinya ke Mapolsek Delitua guna melaporkan apa yang baru saja terjadi.

    Kapolsek Delitua Kompol Efianto, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pihaknya telah laporan korban. "Masih diperiksa dan korban sedang visum ke rumah sakit, guna melengkapi berkas perkaranya," terangnya. (**)



     
    Berita Lainnya :
  • Tas Tinggal di Bus, Gadis Asal Kabanjahe Disekap dan Diperkosa di Kamar Mandi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Kembali Lakukan Sidak, BKPSDM Sebut Secara Tegas Penerapan Sanksi Untuk ASN Bandel
    2 Kelurahan Agrowisata, Daya Tarik Pekanbaru Melalui Kecamatan Rumbai Yang Dicanangkan Pemko
    3 Terlibat Perkosaan, Biarawati Keturunan Jepang Ditangkap!!!
    4 Proses PTT Keseshatan Jadi CPNS Masih Terkendala Pengusulan NIP
    5 Wakapolres Dan Kapolsek Di Polres Inhu Kena Mutasi
    6 Kepala Inspektorat : ASN Harus Membuat LHKASN
    7 Pengurusan SIUJK Beralih Dari Dinas PUPR ke DPMPTSP
    8 Akhirnya Wan Thamrin Dampingi Andi Rachman Pimpin Provinsi Riau
    9 27 Mei 2017, Muhammadiyah Telah Mulai Puasa Ramadhan
    10 Dampak Kenaikan TDL, Tartib Sebut Pemerintah Jokowi Tidak Konsekwen Janji Kampanye
     
    Otonomi | Pekanbaru | Rohil | Opini | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2019 PT. BBM RIAU PERS, All Rights Reserved